Cecep Supriatna, Tetap Setia Meski Jadi Pilihan Kedua

Cecep Supriatna @tribunews.com

SEBAGAI bagian dari program regenerasi, nama penjaga gawang Cecep Supriatna sudah masuk dalam daftar pemain Persib di Liga Indonesia (LI) II/1995-1996. Saat itu, di tim asuhan Risnandar Soendoro, penjaga gawang utama seperti Anwar Sanusi dan Gatot Prasetyo masih sulit tergantikan.

Pada musim-musim berikutnya, Cepi — sapaan akrab kiper kelahiran Bandung, 6 November 1975 ini — juga masih terpinggirkan oleh Udin Rafiudin, Muhammad Halim (LI IV 1997-1998), dan Idu Dulia (LI 1999/2000). Meski Anwar Sanusi dan Udin Rafiudin masih menjadi pilihan, Cepi baru mendapatkan kesempatan tampil lebih banyak saat Indra M. Tohir menjadi pelatih pada Liga Indonesia (LI) VII/2001.

Debut Cepi di bawah mistar gawang Persib dicatat pada saat Bulao menundukkan PSMS Medan 1-0 di Stadion Siliwangi, 21 Januari 2001. Ketika itu, Cepi yang mengenakan jersey bernomor punggung 30, tampil sebagai kiper pengganti Udin Rafiudin.

Karena penampilan apiknya, kiper yang kemudian dikenal dengan julukan “Si Gegep” karena tangkapannya dinilai lengket, secara reguler mulai menggeser posisi Udin di putaran kedua hingga Persib lolos ke babak 8 Besar. Sayang, langkah Persib terhenti di fase tersebut akibat kekalahan 0-1 dari Persebaya pada laga penentuan di Stadion Teladan Medan.

Di LI VIII/2002, selain Udin, Cepi juga harus bersaing keras dengan kiper rekrutan Freddy Herlambang. Bahkan, ketika Persib mulai membuka keran pelatih dan pemain asing, Cepi terpental. Pelatih asal Polandia, Marek Andrejz Sledzianowski memilih mendatangkan kiper senegaranya, Marius Mucharski, Udin Rafiudin dan kiper anyar Dadang “Bucek” Sudrajat.

Persib 2002
Berdiri (Ki-Ka): Ruhiat, Yaris Riyadi, Hari Saputra, Asep Dayat, Herrie Setiawan, Cecep Supriyatna; Jongkok (Ki-Ka): Ansyari Lubis, Hendra Komara, Suwita Pata, Sujana, Budiman. @mah5utari

Pergi dengan sedikit terluka, bersama Eka Ramdani, gelandang muda yang baru diorbitkan pelatih Persib, Deni Syamsudin, Cepi hengkang ke Persijatim Solo FC. Di klub tersebut, Cepi menjadi kiper utama sepanjang LI IX/2003.

Atas dasar kecintaannya, Cepi tidak memendam luka lamanya, ketika Persib memintanya untuk pulang pada LI X/2004. Oleh pelatih asal Cile, Juan Antonio Paez, Cepi menjadi pilihan utama sepanjang musim itu. Bahkan, pada LI XI/2005, ketika Indra Tohir kembali menjadi pelatih, Cepi tampil 100 persen dari 25 laga Persib, minus laga pamungkas kontra Persija Jakarta yang memang batal dimainkan lantaran invasi suporter ke lapangan.

persib
Berdiri (ki-ka): Dadang Hidayat, Cecep Supriyatna, Suwandi HS, Alejandro Tobar, Claudio Lizama, Julio Lopez; Jongkok (ki-ka): Imran Nahumaruri, Suwita Pata, Adrian Colombo, Yaris Riyadi, Alexander Pulalo. (Foto: imgrum)

Setelah dua musim masa “keemasannya”, Cepi tak lagi meninggalkan Persib sampai Liga Super Indonesia (LSI) 2013. Hanya saja, Cepi harus rela menjadi penjaga gawang pengganti, dari mulai Kosin Hathairattanakool (LI 2006, LSI 2009/2010), Tema Mursadat (LI 2007, LSI 2008/2009), Markus Haris Maulana (LSI 2009/2010, 2010/2011), Jendry Christian Pitoy (LSI 2011/2012) dan I Made Wirawan (LSI 2013).

DATA DIRI

Nama: Cecep Supriyatna
Panggilan: Cecep/Cepi
Kelahiran: Bandung, 6 November 1975
Tinggi: 174 cm
Posisi: Kiper
Persib: 1995-2001, 2004-2013
No. Punggung: 30 (LI 1999/2000, 2001, 2002, 2004, 2005, dan 2006), 21 (LI 2007), 20 (LSI 2008/2009 dan 2009/2010), 32 (LSI 2011/2012), 55 (LSI 2010/2011 dan 2013)
Caps Persib: 14 (LI 2001), ? (LI 2002), 31 (LI 2004), 25 (LI 2005), 4 (LI 2006), 9 (LI 2007), 10 (LSI 2008/2009), 4 (LSI 2010/2011), 9 (LSI 2011/2012), 6 (LSI 2013)
Gol Persib: 0

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "Cecep Supriatna, Tetap Setia Meski Jadi Pilihan Kedua"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*