7 November 1999: Persib Ditundukkan Persikota 0-1 (0-0)

Starter Persib kontra Persikota Tangerang pada pertandingan perdana Liga Indonesia (LI) VI/1999-2000 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (7/11/1999) @memoriligina/nendi/kangope

Review pertandingan perdana Persib kontra Persikota Tangerang pada Liga Indonesia (LI) VI/1999-2000 di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (7/11/1999) yang dimuat HU Pikiran Rakyat edisi Senin (8/11/1999).

TIM tuan rumah Persib Bandung terpaksa harus mengakui ketangguhan tim tamu Persikota Tangerang 0-1 (0-0) pada pertandingan perdana Liga Indonesia (LI) VI Wilayah Barat di Stadion Siliwangi Bandung, Minggu (7/11).

Dengan hasil tersebut, Persikota memenuhi ambisinya memetik angka penuh pada pembukaan LI VI yang serentak dilakukan di Wilayah Barat dan Timur. Gol tunggal Tangerang dicetak pemain depan I Komang Mariawan, empat menit sebelum bubaran (menit 86).

Persikota berhasil memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Persib. Lewat serangan dari sektor sayap kiri, bek sayap Lapril, menggiring bola dan lansung memberi umpan lambung setinggi dada ke areal kotak enambelas. Sambil menjatuhkan tubuh, Komang, lewat sundulan kepalanya dengan cepat menyambar bola, dan masuk di sudut kiri penjaga gawang Persib, Udin Rafiudin.

Pada pertandingan kemarin, Persib seakan bermain tanpa pola dalam melakukan penyerangan. Duet penyerang Persib, Nyanyang Juhana dan Zaenal Arif sulit menembus pertahanan Persikota yang dijaga Bell Simon Hitler, Slamet Bahtiar, Simamo Armand Basile, dan Adnan Mahing.

Lini tengah Persib pun, kurang begitu memberikan kontribusinya dalam mengatur serangan. Peran Imam Riyadi dkk., dalam mengatur serangan banyak dimentahkan pemain tengah Persikota, hanya empat peluang yang bisa diciptakan, itu pun dapat diantisipasi penjaga gawang pengganti Tangerang, Edi Ruhyat, yang mengganti posisi Hermansyah akibat cedera menit 34.

Serangan yang dibuat tidak terkoordinasi dengan baik. Untungnya, serangan yang dilancarkan tim tamu pun kurang begitu greget, sehingga menambah monotonnya pertandingan babak pertama.

Memasuki babak kedua barulah pola serangan yang dilancarkan Persib terasa hidup. Masuknya Sujana yang menggantikan Nyanyang menit-57 terasa padu berduet dengan Zaenal Arif. Namun sayang, gelandang Ispriyanto yang sore kemarin main cukup taktis, diganti Yaris Riyadi menit-65 yang kurang memberi andil dalam membangun serangan.

Persikota pun, memasuki babak kedua meningkatkan tempo serangannya. Kedua tim sama-sama ngotot, tackling keras ikut mewarnai serangan yang dibangun, sehingga beberapa pelanggaran keras terjadi dan kerap menimbulkan emosi yang berlebihan. Tercatat tiga kali, pertandingan sempat terhenti karena kericuhan kecil di lapangan.

Pelatih Persib, Suryamin mengatakan, bahwa timnya lengah dalam menutup serangan para penyerang tim tamu, dan akhirnya Persib kebololan di menit-menit menjelang pertandingan usai. Ia pun merasa dirugikan atas kepemimpinan wasit yang kurang tegas dalam memimpin pertandingan. “Kami sangat menyesalkan kepemimpinan wasit yang kurang tegas, padahal kedua tim bermain sudah baik, namun apa mau dikata, kenyataanya seperti yang kita lihat dilapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten pelatih Persikota, Rachmad Darmawan, mengatakan, bahwa timnya merasa beruntung dapat mencuri kelengahan tim tuan rumah. “Ya, kami merasa beruntung dapat memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Persib. Akhirnya anak-anak dapat membobolkan gawang, dan berhasil memetik angka penuh sesuai dengan harapan,” tegasnya.

Ia pun menuturkan, bahwa pertandingan kedua tim berjalan sangat menarik. Namun, kepemimpinan wasit kurang begitu mendukung, hingga tercatat beberapa pelanggaran keras terjadi dan membuat perselisihan.

Sedangkan mantan pelatih Persib, Indra Tohir, saat dimintai tanggapannya seputar pertandingan kemarin mengatakan, bahwa Persib dan Persikota bermain sudah cukup baik. Hanya ada beberapa lini yang telihat agak lemah (lini tengah), tapi itupun cepat diantisipasi Suryamin, sebagai pelatih. “Jika melihat penampilan kedua tim, minimal pertandingan kemarin berakhir seri,” ujarnya.

“Namun sayang, kurang tegasnya wasit Muslihat dalam memimpin pertandingan membuat kedua tim tampil diwarnai emosi, paling tidak dua kartu merah mesti keluar pada pertandingan itu,” tambahnya

“Dalam penilaian saya, wasit tidak memihak, hanya memang kualitasnya kurang memadai,” kata pengamat sepakbola Encas Tonif dan Dede Rusli.

Wasit Muslihat mengeluarkan empat kartu kuning, masing-masing diberikan pada Yanyan Sundana (Persib), dan tiga untuk Adnan Mahing, Komang Mariawan, dan Stevan Weah (Persikota).

Setelah pertandingan situasi menjadi ricuh akibat sebagian penonton yang kecewa terhadap wasit. Hal ini mengakibatkan kesalahpahaman antara panpel dengan wartawan, walaupun akhirnya bisa terselesaikan.

Namun di luar Stadion, penonton melampiaskan amarahnya kepada fasilitas umum, pot bunga dan beberapa kaca-kaca pecah di sekitar pusat kota.

Susunan pemain Persib: Udin Rafiudin (gawang), Nana, Herri Setiawan, Ruhiat, Yayan, Mulyana, Nandang Kurnaedi, Imam Riyadi, Ispriyanto/Yaris Riyadi, Zaenal arif, Nyanyang Juhana/Sujana.

Persikota: Hermansyah/Edi Ruhyat (gawang), Bell Simonhitler, Slamet Bachtiar, Simamo Arman Basile, Adnan Mahing, Ritham Madubun,/Marwal Iskandar, Lapril As, Giman Nurjaman, Stevan Weah, Komang Mariawan, Nova Zaenal.***

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "7 November 1999: Persib Ditundukkan Persikota 0-1 (0-0)"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*