25 November 1990: Persib Dikalahkan Gol Kontroversial Pelita Jaya, Bobotoh Ngamuk di SUGBK

Pemain depan Persib, Djadjang Nurdjaman mendorong hakim garis pada pertandingan semifinal Piala Utama 1990 kontra Pelita Jaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (25/11/1990). @mangdien.blogspot.com

Pertandingan semifinal Piala Utama 1990 antara Persib dan Pelita Jaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (25/11/1990) berakhir rusuh. Dalam pertandingan ini, Bulao harus mengakui keunggulan Pelita Jaya 2-3 dan gagal melaju ke final.

Pemicu kerusuhan adalah gol kontroversial penentu kemenangan Pelita Jaya yang dicetak Bambang Nurdiansyah pada menit 89. Gol yang disahkan wasit I Wayan Sukarja itu dinilai kubu Persib berbau off-side.

Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 2-2. Dua gol Pelita Jaya disumbangkan Alexander Saununu pada menit 16 dan Rully Nere. sedangkan dua gol balasan Persib dicetak melalui bunuh diri kiper Pelita Jaya, Donny Latuperisa dan Sutiono Lamso menit 59.

Tidak mengerankan, begitu pertandingan usai, para pemain dan ofisial Persib menyerang wasit dan hakim garis. Bahkan, beberapa pemain, termasuk Djadjang Nurdjaman, melakukan intimidasi terhadap hakim garis yang menilai Bambang Nurdiansyah tidak off-side.

Di luar lapangan, bobotoh yang memadati stadion juga kecewa berat. Mereka melampiaskan kekecewaannya dengan melakukan pelemparan, baik ke lapangan maupun sesama penonton lainnya. Teriakan menghujat wasit pun berkumandang. Penonton pun merusak sejumlah barang yang ada di sekitar stadion, termasuk peralatan siaran langsung TVRI dan RRI.

Dengan hasil itu, Persib yang tidak terkalahkan di fase grup, harus menghadapi Kramayudha Tiga Berlian (KTB) pada pertandingan perebutan peringkat ketiga.

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "25 November 1990: Persib Dikalahkan Gol Kontroversial Pelita Jaya, Bobotoh Ngamuk di SUGBK"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*