13 Desember 2011: Komdis PSSI Degradasikan Persib

Didampingi pelatih kiper, Anwar Sanusi, para pemain Persib melakukan peregangan di Hotel Weta Surabaya menjelang keberangkatan ke Jayapura, Selasa (13/12/2011). @epaper pikiran rakyat

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mendegradasikan Persib ke Divisi Utama Liga Prima Indonesia (LPI) karena mundur dari kompetisi tersebut setelah memainkan laga pembuka kontra Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, 16 Oktober 2011. Selain itu, Bulao juga didiskualifikasi dari keikutsertaan di LPI 2011/2012 dan diharuskan membayar denda Rp 1 miliar.

Sanksi berat itu dimumumkan Komdis PSSI dalam sebuah konferensi pers di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Selasa (13/12/2011). Sanksi tersebut diumumkan Wakil Ketua Komdis PSSI, Catur Agus Saptono.

Selain Persib, tujuh tim lain yang menolak tampil di LPI juga terkena sanksi serupa. Ketujuh tim tersebut adalah Mitra Kukar, Persisam Samarinda, Persela Lamongan, Persiba Balikpapan, PSPS Pekanbaru, Deltras Sidoarjo dan Pelita Jaya. Bedanya dengan Persib, ketujuh tim itu hanya didenda Rp 500 juta. Persib juga dilarang melakukan transfer pemain sepanjang musim itu.

Dalam keterangannya, Agus menjelaskan, Persib mendapatkan hukuman lebih berat dari klub lain lantaran sudah tampil di laga pembuka LPI untuk kemudian menyeberang ke Liga Super Indonesia (LSI) serta telah menerima setengah revenue sharing dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).

Persib dinilai telah melanggar kode displin PSSI pasal 57 ayat 1 dan 2 terkait dengan ketidakhadiran di tempat pertandingan, junto pasal 32 dan 23 tentang larangan transfer pemain, termasuk aktivitas dalam transfer matching system.

Pada saat sanksi diumumkan, Persib sudah memainkan tiga pertandingan di LSI 2011/2012 dan tengah bersiap menghadapi Persidafon Dafonsoro di Stadion Barnabas Youwe Jayapura, 17 Desember 2011.

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "13 Desember 2011: Komdis PSSI Degradasikan Persib"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*