Alejandro Tobar, Si Rendah Hati yang Diidolai Bobotoh Persib

Alejandro Tobar @Majalah Soccer Series Exclusive

ALEJANDRO Tobar menjadi pencetak gol pertama Persib di Liga Indonesia (LI X/2004. Sayang, golnya ke gawang PSPS Pekanbaru pada menit 64 hanya mampu menghindarkan Persib dari kekalahan. Persib dan PSPS bermain imbang 1-1 pada laga pembuka di Stadion Siliwangi, Minggu (4/1/2004).

Tobar merupakan gelandang asal Cile yang bergabung dengan Persib pada putaran kedua Liga Indonesia (LI) IX/2003. Tobar didatangkan pelatih Juan Antonio Paez — juga dari Cile — bersama dua koleganya, Claudio Lizama dan Rodrigo Lemunao.

Ketiga pemain tersebut didatangkan Persib setelah mendepak trio Polandia, Mariusz Mucharski (kiper), Piotr Orlinski (gelandang) dan Maciej Dolega (depan). Mereka didepak menyusul pelatih asal Polandia, Marek Andrejz Sledzianowski.

Bersama Lizama, karena Lemunao kembali dicoret untuk digantikan Rodrigo Sanhueza, Tobar boleh dibilang menjadi pemain asing pertama yang menjadi idola bobotoh. Selain attitude-nya di luar lapangan yang dinilai baik, kualitas dan performa Tobar di lapangan juga berkontribusi besar buat Persib yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.

Skuad Persib di putaran kedua Liga Indonesia (LI) IX/2003. Berdiri (ki-ka): Suwandi Hadi Siswanto, Andrian Mardiansyah, Alejandro Tobar, Marwal Iskandar, Ruhiat, Claudio Lizama. Jongkok (ki-ka): Imral Usman, M. Yusuf, Gilang Angga Kusumah, Dicky Firasat, Agus Setiawan. @Facebook/Zomski

Praktis, peran Tobar di lini tengah Persib sangat sentral di sepanjang putaran kedua LI IX/2003. Selain menjadi roh permainan, Tobar juga menjadi mesin gol Maung Bandung. Sepanjang putaran kedua, plus babak play-off, Tobar langsung menyumbangkan 9 gol untuk Persib, termasuk hattrick ke gawang Perseden Denpasar pada laga pamungkas babk play-off di Stadion Manahan Solo, 18 Oktober 2003.

Karena tidak bisa dilakukan oleh trio Polandia, Tobar pun tercatat menjadi pemain asing pertama Persib yang bisa mencetak hattrick.

Setelah membantu Persib menyelamatkan diri dari ancaman degradasi, Tobar dipertahankan Paez untuk LI X/2004. Pada musim ini, Tobar mewarnai perjalanan Persib dengan sumbangan 7 golnya. Tidak seperti musim sebelumnya, kali ini, Persib bisa bersaing di papan atas hingga menempati peringkat 6 di akhir musim.

persib
Berdiri (ki-ka): Dadang Hidayat, Cecep Supriyatna, Suwandi HS, Alejandro Tobar, Claudio Lizama, Julio Lopez; Jongkok (ki-ka): Imran Nahumaruri, Suwita Pata, Adrian Colombo, Yaris Riyadi, Alexander Pulalo. (Foto: imgrum)

Namun, lantaran ada konflik, pengurus Persib tidak mempertahankan pelatih dan seluruh pemain Cile, termasuk Tobar pada musim berikutnya.

DATA DIRI

Nama: Alejandro Tobar
Kelahiran: Cile, 4 Juni 1976
Tinggi:
Posisi:
Gelandang
Persib: 2003-2004
No. Punggung: 10
Caps Persib: 55
Gol Persib: 16

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "Alejandro Tobar, Si Rendah Hati yang Diidolai Bobotoh Persib"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*