30 Juli 1995: Persib Juara Diwarnai Isu Rekayasa

Para pemain Persib melakukan victory lap usai menerima trofi juara Liga Indoneia (LI) I/1994-1995 di Stadion Utama Senayan Jakarta, Minggu (30/7/1995). @Dok. BOLA

PERSIB menasbihkan diri sebagai juara Liga Indonesia (LI) I/1994-1995 usai menjinakkan Petrokimia Putra 1-0 pada pertandingan final di Stadion Utama Senayan Jakarta, Minggu (30/7/1995). Gol tunggal kemenangan Persib dalam pertandingan superalot ini dicetak Sutiono Lamso pada menit 76.

Pada pertandingan puncak, pelatih Indra M. Tohir menurunkan skuad terbaiknya. Mereka adalah Anwar Sanusi (kiper), Mulyana, Robby Darwis, Yadi Mulyadi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Yudi Guntara, Asep Kustiana, Yusuf Bachtiar, Kekey Zakaria, dan Sutiono Lamso.

Sedangkan pelatih Petrokimia Putra, Andi M. Teguh memainkan starter Darryl Sinerine, Lutfi, Sasi Kirono, Setio Budiarto, Khusaeri, Eri Irianto, Andi Setiono, Zainul Arifin, Widodo Cahyono Putra, Suwandi HS, dan Jaksen F. Tiago.

Sejak kick-off, pertandingan sudah berlangsung sengit. Di babak pertama, wasit Zulkifli Chaniago sudah mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Eri Irianto menit 6, Jacksen Tiago menit 44 (Petrokimia Putra) dan Asep Kutiana (Persib) menit 29. Sementara skor masih imbang tanpa gol.

Di babak kedua, keuntungan didapatkan Persib ketika Petrokimia Putra harus kehilangan Setyo Budiarto pada menit 53 akibat kartu kuning kedua. Namun, keunggulan jumlah pemain baru bisa dimaksimalkan Persib dengan mencetak gol melalui aksi Sutiono Lamso pada menit 76.

Hingga pertandingan usai, keunggulan Persib bertahan. Sesaat setelah wasit meniupkan peluit panjang, Stadion Utama Senayan bergemuruh oleh hiruk pikuk pesta kemenangan seluruh pemain, pelatih, ofisial dan bobotoh seisi stadion.

Isu rekayasa
Namun, keberhasilan Persib sempat digugat dengan merebaknya isu rekayasa. Dianulirnya gol Jacksen Tiago oleh wasit Zulkifli Chaniago menjadi pemicunya.

“Apa saya salah? Mengapa gol saya dianulir? Mengapa saya tak boleh mencetak gol? Apakah memang pemain asing dilarang membuat gol di final?” Begitulah rentetan pertanyaan Jacksen seperti dikutip Gema Olahraga, 1 Agustus 1995.

Isu yang berkembang, sebelum pertandingan wasit mendapatkan tekanan agar membantu kemenangan Persib untuk alasan keamanan dan keuntungan.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan Putaran Final LI I 1994/1995, Agum Gumelar dan Ketua Komisi Wasit PSSI Djafar Umar tentu saja membantahnya.

Kubu Persib pun mencoba menepisnya. “Kami sudah berjuang habis-habisan sepanjang musim. Gugatan dan isu rekayasa itu sangat menyakitkan. Perjuangan kami sepanjang musim, rasanya pantas dibayar dengan gelar juara,” tutur Robby Darwis.

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "30 Juli 1995: Persib Juara Diwarnai Isu Rekayasa"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*