17 April 1994: Juarai Kompetisi Perserikatan Pamungkas, Persib Abadikan Piala Presiden

Kapten Persib, Robby Darwis mengangkat Piala Presiden setelah mengalahkan PSM Makassar pada pertandingan final Kompetisi Perserikatan 1993/1994 di Stadion Utama Senayan Jakarta, 17 April 1994. @Dok Pikiran Rakyat

PERSIB mengabadikan Piala Presiden setelah menjuarai Kompetisi Perserikatan 1993/1994. Pada pertandingan final di Stadion Utama Senayan Jakarta, 17 April 1994, Bulao menundukkan PSM Makassar 2-0.

Bertanding di hadapan puluhan ribu bobotoh yang memadati Stadion Utama Senayan, dua gol kemenangan Persib disumbangkan Yudi Guntara pada menit 26 dan Sutiono Lamso menit 76.

Persib berhak membumikan Piala Presiden karena ini adalah edisi pamungkas Kompetisi Perserikatan. Mulai musim 1994/1995, PSSI memutuskan menggabungkan Kompetisi Perserikatan dan Galatama menjadi Liga Indonesia.

Gelar juara Persib dilengkapi sukses Sutiono Lamso yang dinobatkan sebagai pemain terbaik. Sayang, karena jumlah gol yang dihitung hanya di putaran final, Sutiono yang mencetak 12 gol urung dinobatkan sebagai top skor.

Gelandang Persib, Yudi Guntara melakukan selebrasi bersama Dede Iskandar usai menjebol gawang PSM Makassar pada pertandingan final Kompetisi Perserikatan 1993/1994 di Stadion Utama Senayan Jakarta, 17 April 1994. @Dok Pikiran Rakyat

Pada pertandingan final, pelatih Indra M. Tohir memainkan starter Aris Rinaldi, Dede Iskandar, Nandang Kurnaedi, Robby Darwis, Roy Darwis, Yadi Mulyadi, Asep Kustiana, Yusuf Bahtiar, Yudi Guntara, Sutiono, dan Kekey Zakaria.

Sedangkan pelatih PSM, Syamsudin Umar menurunkan komposisi pemain Herman Kadiaman, Bahar Muharam, Ajis Muin, Ali Baba, Aji Lestaluhu, Anwar Liko, Yusrifar Djafar, Ansar Razak, Kaharudin Djamal, Yosef Wijaya, Arief Kamaluddin, dan Mustari Ato.

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "17 April 1994: Juarai Kompetisi Perserikatan Pamungkas, Persib Abadikan Piala Presiden"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*