Persib vs Persija, Final Langka yang Dirindukan

KAPTEN Persib, Encas Tonif saat menerima trofi juara Piala Surya 1978 dari Ketua Umum PSSI Ali Sadikin di Stadion Tambaksari Surabaya, 30 Mei 1978. @Lintasan Sejarah Persib

BOLEH jadi, pertemuan Persib dan Persija di partai puncak Piala Menpora 2021 merupakan pertandingan final yang dirindukan publik sepakbola nasional. Selain rivalitas yang sebagian besar dipengaruhi faktor eksternal (baca: gesekan fans), duel kedua tim legendaris tersebut di partai puncak tergolong langka, bahkan tidak pernah terjadi di kompetisi resmi yang digelar PSSI.

Sebagai catatan, sejak menggelar kompetisi nasional pada tahun 1931, PSSI baru memberlakukan format turnamen (baca: ada finalnya) pada musim 1964/1965. Sebelumnya, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI menggunakan format putaran final dengan sistem round robin atau setengah kompetisi, baik diikuti 4 atau 7 tim.

Sistem kompetisi penuh pertama kali diberlakukan PSSI pada Kejurnas Divisi Utama 1978/1979 yang hanya diikuti 4 tim dengan Persija sebagai juaranya. Setelah itu, Kompetisi Perserikatan kembali menggunakan format grandfinal atau final.

Di era Liga Indonesia yang dimulai pada musim 1994/1995, format turnamen terus berlanjut. Sistem kompetisi penuh baru dicoba pada Liga Indonesia (LI) IX/2003 hingga LI X/2004. Namun, pada LI XI/2005 hingga LI XIII/2007-2008 kembali ke format turnamen.

Baru pada era Liga Super Indonesia, format kompetisi penuh konsisten dijalankan. Hanya pada LSI 2014, PSSI terpaksa memberlakukan format turnamen, sebagai upaya awal penyatuan dualisme kompetisi dan PSSI dengan Persib tampil sebagai juaranya.

Nah, rivalitas Persib dan Persija di partai puncak kompetisi resmi ini tidak pernah terjadi. Dari sembilan partai puncak yang dimainkan Persib, lawan-lawannya adalah PSM Makassar (1965/1966, 1993/1994), PSMS Medan (1966/1967, 1983, 1985), Perseman Manokwari (1986), Persebaya Surabaya (1989/1990), Petrokimia Putra (1994/1995) dan Persipura Jayapura (2014).

Sedangkan dari 6 partai puncak Persija di kompetisi resmi, lawan-lawannya adalah Persebaya (1971/1973, 1975/1978, 1987/1988), PSMS (1973/1975), PSM (2001) dan Persipura (2005).

Rivalitas Persib dan Persija justru terbangun di berbagai turnamen yang menjamur di dekade 70-an hingga 90-an. Contoh yang paling banyak dikenang adalah dua final Piala Jusuf 1976 dan 1978 yang dimainkan di Stadion Mattoangin Makassar. Kedua final tersebut dimenangkan Persib, termasuk insiden walk over dengan skor 7-0 di Piala Jusuf 1976.

Selain Piala Jusuf 1976 dan 1978, Persib dan Persija juga pernah bertarung di final Piala Surya 1978 dan Piala Siliwangi 1989 yang juga dimenangkan Pangeran Biru.

Fakta ini menunjukkan bahwa, duel Persib dan Persija di pertandingan final memang langka. Bahkan, pertemuan terakhir kedua tim di partai puncak sebuah turnamen, itu terjadi di Piala Siliwangi 1989, atau 32 tahun silam.

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "Persib vs Persija, Final Langka yang Dirindukan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*