Catatan Pertemuan Persib vs Persiraja, Mengenang Momen 27 Januari 1978 dan 27 Desember 2007

Duet striker Persib, Zaenal Arif dan Redouane Barkaoui saling berpelukan usai mencetak gol ke gawang Persiraja Banda Aceh pada pertandingan lanjutan Liga Indonesia (LI) XIII/2007 di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Kamis (27/12/2007). @epaper pikiran rakyat

JUMAT, 27 Januari 1978. Bertarung di Stadion Utama Senayan (sekarang Gelora Bung Karno) Jakarta, Persib harus mengakui keunggulan Persiraja Banda Aceh 1-2. Gol Max Timisela pada menit 10 direspon cepat para pemain Persiraja. Mereka berbalik unggul 2-1 melalui gol Bustaman pada menit 15 dan Tarmizi menit 39.

Usai pertandingan play-off peringkat 5/6 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PSSI 1975/1978 ini, para pemain Persib tertegun. Sebab, mereka tak mampu meloloskan Bulao untuk tampil di Kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1978/1979 yang mulai digelar PSSI dengan sistem pembagian divisi.

Saat itu, Divisi Utama hanya dihuni lima tim terbaik Kejurnas PSSI 1975/1978. Selain Persiraja yang menyingkirkan Persib di laga play-off, empat tim lainnya adalah Persija Jakarta, PSMS Medan, PSM Makassar dan Persebaya Surabaya. Sementara Persib yang menempati peringkat 6 harus rela bermain di Divisi I.

Boleh jadi, momen kekalahan 1-2 di laga play-off 5/6 Kejurnas PSSI 1975/1978 inilah yang masih diingat oleh publik sepakbola Bandung dari perjalanan sejarah pertemuan Persib dan Persiraja. Sisanya, karena Persib terlalu dominan, memori publik pun biasa-biasa saja, bahkan cenderung melupakannya.

Buktinya, setelah promosi ke Divisi Utama pada tahun 1983, Persib tak pernah dikalahkan Persiraja dalam 11 pertemuan hingga Kompetisi Perserikatan dilikuidasi pada tahun 1994. Dari 11 pertemuan itu, Persib mencatat 11 kemenangan dan 2 imbang.

Rekor kemenangan terbesar Persib atas Persiraja adalah 4-0 yang dicatat di Kompetisi Perserikatan 1983 (Bandung), 1986/1987 (Banda Aceh) dan 1993/1994 (Bandung).

Memasuki era Liga Indonesia, dominasi Persib mengendur. Dari 10 pertemuan yang terjadi, Persib mencatat 6 kemenangan dan 4 kalah. Empat kekalahan Persib semuanya terjadi di Banda Aceh dengan skor 1-0.

Rekor kemenangan terbesar Persib di era Liga Indonesia juga 4-0. Itu dicatat pada pertemuan terakhir kedua tim di LI XIII/2007 di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, 27 Desember 2007. Pertemuan pamungkas Persib dan Persiraja ini ditandai hattrick Zaenal Arif dan suasana internal “memprihatinkan” Persiraja setelah gagal lolos ke Liga Super Indonesia yang mulai diputar pada musim 2008/2009.

Sejak saat itu, 14 tahun silam, Persiraja harus berjuang di Divisi Utama/I. Laskar Rencong baru kembali promosi ke kompetisi kasta tertinggi nasional pada Liga 1 2020. Sayang, baru tiga laga kompetisi dihentikan pandemi Covid-19.

About the Author

ENDAN SUHENDRA
Journalist and writer

Be the first to comment on "Catatan Pertemuan Persib vs Persiraja, Mengenang Momen 27 Januari 1978 dan 27 Desember 2007"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*